Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama saya. Selamat menikmati dan jatuh hati.

pos

Iklan

Ini kisah hujan

Aku adalah wanita yang tak terlalu suka dengan hujan. Terlebih hujan yang terlampau deras. seakan dia memberitakan ini akhir dunia.
Namun, lucu saat hujan pertama di Malang setelah berbulan-bulan kemarau yang memaksa ku untuk terbenam dalam rindu. Rindu dan sendu lebih tepatnya. Aku merasakan hujan itu hangat mendekap ku erat. Sedap terdengar suara gemercik air yang mendamba jatuh ke tanah. Ribut bak kekacauan yang cukup indah.

Banyak penyair yang pawai memuisikan hujan dengan kenangan. Aku setuju jika hujan itu indah bila di sajakan tanpa petir malam yang menggelegar.
Hujan reda, suara petir semakin tajam.
Hening…

Senyum ku mengembang ditambah mata yang berbinar karena petir tidak ada lagi. Hujan itu berhenti, bau tanah tercium lekat di hidung ku.
Aku tersenyum sempurna sekali lagi.
Hujan, aku rindu.

Medan, 6 Januari 2019

Seminggu sebelum pergantian tahun,
Aku menuju hal baru yang dipercaya dapat berpengaruh panjang bagi orang lain.
Duduk di kursi tua ditemani sepiring mie pedas, menungguh ku mengangkat suara. Tapi di menit yang sama, laki-laki tinggi menuju tempat kami dan duduk dengan santai. “Apa yang kau cari di hidup mu?” Aku terdiam sejenak sambil meneguk secangkir teh yang hampir dingin. Pikiran ku menyusut keruh. Pertanyaan apa itu?
Sekarang, itu menjadi separuh pegangan terkokoh versi ku untuk melangkah gagah tanpa takut tertatah.

Kerjaan ku memang hanya patah

Ketika hujan turun membasahi bumi ku dan bumi mu, ketika itu pula aku benar mengetahui ada benteng besar yang membentuk jarak bagi kita, yang sulit di tembus ruang dan waktu ini .
Kamu benar bahwa tak semua orang bisa sama dengan yang ku mau, atau maksudku kamu tak bisa seperti yang ku mau!
Atau mungkin aku yang tak seperti yang kau mau!
Ntahlah yang mana yang benar dari keduanya yang jelas keduanya benar-benar menjadi benteng untuk kita.
Ada sepasang yang memang membutuhkan tapi sulit menahan gengsi untuk mengatakan “aku membutuhkan mu”
Yang masi saja memenangkan rasa egois atas dirinya sendiri.

Dan sekarang bagaimana kabar mereka?
Yang ku tau kabar dari seorang dalam pasangan itu, sedang baik- baik saja, dia terlihat biasa. Senyum, tertawa, berlari, dan ia masih seorang pemimpi besar.
Nyatanya benteng raksasa bak di cina itu benar-benar berhasil memisah kan mereka.

Kini mereka sudah terbiasa masing-masing apa yang dulunya rutinitas bersama kini mereka lakukan sendiri, mereka pula sudah mulai terbiasa untuk mencari tempat singahan hati yang baru.

Lidya saat patah hati.

Dunia ini adil.

Mencari riwayat pesan kita di semua sosial media dan ternyata tidak ada. Aku tersenyum hambar.
Karma berlaku dengan baik. Sekarang aku kecarian setalah kau sudah ku tinggalkan.
Untuk mengucapkan selamat Natal pun aku merasa berat.
Apa kabar? Semua kebaikan mu yang dulu sering ku abaikan masih tersimpan di memory ku.
Terimah kasih sudah mau mengejar ku selama tiga tahun walau sudah ku paksa untuk cari wanita yang lain.
Selamat natal 🙂

Kuat ku sebab patah dari mu

Nyatanya, kamu tidak benar-benar mempengaruhi hidupku, kamu tidak benar-benar bisa mengubah pemikiranku. Bahkan setitik pun tidak. Kuperjelas sekali lagi kau tidak berpengaruh apapun.
Awalnya mungkin seperti asing untuk ku jalani, seperti asing terbiasa tanpamu, mungkin karna aku sudah terlalu bergantung padamu. Tapi setelah ku jalani buktinya aku bisa dan kuat . Selama ini aku terlalu menyepelekan diriku soal bertahan tanpamu, dan ternyata aku bisa tanpamu.
Kamu sama sekali tidak mempengaruhi soal terbit dan terbenamnya matahariku. Kamu sama sekali tidak ambil andil dalam mendung dan terangnya awan ku. Sama sekali tidak
Dan sekarang ada atau tidaknya kamu bukan pengaruh yang penting untuk ku.
Ada atau tidaknya kamu tidak bisa mengubah pendirian ku.
Aku sudah amat terbiasa seperti ini , ia begini bahkan kamu bukan orang pertama yang menjadikan aku di posisi seperti ini.
Awalnya semua memang terasa berat, rasanya hatiku ini layu dan enggan mekar atau berbunga kembali.
Tapi itu awalnya dan hanya pemikiranku yang terlalu pesimis saja.
Di akhir?
Liatlah aku sekarang, aku baik- baik saja bukan ? Ya . Kuperjelas sekali lagi Aku Baik-baik Saja!!
Ternyata soal hati layu yg sebelumnya ku pikirkan itu tidak benar adanya.

Dan sekarang aku hanya mengucap syukur pada Tuhanku karena Ia pernah menempatkan aku di posisi itu:’).
Posisi dimana pelajaran baru soal hati ♡ menguatkan dan membangkitkan ku menjadi princes yang kuat 🙂

Lidya saat patah

Jatuh dan patah prihal hati

Sejujurnya aku tak betul-betul paham definisi jatuh cinta dan patah hati namun waktu yg memberitahu ku soal itu.
Kau tahu ?
Aku mau jujur
Saat ini tak seorang pun yang bisa meyakinkan ku soal hati.
Kau tahu ?
Saat ini aku sedang berpasrah diri pada Tuhanku soal dimana dan kapan akan ku letakan hatiku.
Kadang ku pikir aku orang yang paling sial di dunia ini .
Kata orang di usiaku sekarang adalah usia dimana sibuk dengan lawan jenis.
Namun tidak dengan ku, saat ini aku tidak merasakan itu.
Kadang kupikir aku tidak normal atau dengan kata lain manusia setengah waras.

Namun ketehuilah saat aku sedang berjuang menjaga hatiku agar tidak salah pilih lagi seperti sebelumnya.
Saat ini aku sedang berjuang membuktikan bahwa persepsi orang tentang seusiaku itu salah ya aku sedang berjuang tentang itu 🖤

Jadi kau yang membaca tulisanku ini
Aku juga tak mengerti atas unsur apa aku menulisnya jelasnya aku ingin kita sama” kuat dalam kejombloan ini 🖤

2018 hampir usai

Seminggu sebelum pergantian tahun,
Aku menuju hal baru yang dipercaya dapat berpengaruh panjang bagi orang lain.
Duduk di kursi tua ditemani sepiring mie pedas, menungguh ku mengangkat suara. Tapi di menit yang sama, laki-laki tinggi menuju tempat kami dan duduk dengan santai. “Apa yang kau cari di hidup mu?” Aku terdiam sejenak sambil meneguk secangkir teh yang hampir dingin. Pikiran ku menyusut keruh. Pertanyaan apa itu?
Sekarang, itu menjadi separuh pegangan terkokoh versi ku untuk melangkah gagah tanpa takut tertatah.